Malam itu, pertama kalinya saya berlari di track dalam komplek perumahan untuk night run. Sekitar pukul 20.30-an, saat saya udah sampai di putaran terakhir, saya berpapasan dengan tetangga saya yang sedang berjalan bersama Golden Retriver-nya.

“Wah, rajin ini malam-malam,” kata tetangga saya itu. Seorang ibu-ibu paruh baya yang sering berpapasan dengan saya sambil membawa anjingnya itu.

“Iya, Bu, besok nggak bisa, soalnya,” jawab saya.

Saya kemudian memutuskan berhenti dan memandang Si Doggy.

Memelihara anjing membutuhkan komitmen yang besar.

“Hallo, Milo, kamu kepanasan ya di rumah? Makanya jalan-jalan malam?” Saya menyapa anjingnya juga. Belakangan suhu di lingkungan rumah saya memang lebih terasa hangat dan lembab. Apalagi, ukuran rumah-rumah di perumahan saya tuh mungil-mungil. Maka, tak heran, kalau beberapa anjing tetangga jadi “agak rewel”

“Lucu banget, sih,” kata saya sambil memandangnya, walau kadang tergoda kepengen mengelusnya, hehe.

Saya jadi teringat sekitar 3 tahun lalu, pertama kali ketemu Si Milo ini di posyandu binatang yang dilaksanakan di komplek perumahan saya. Waktu itu saya datang ke posyandu buat memberikan vaksin rabies ke kucing saya, Bleky.  Bleky yang nggak suka jarum suntik mendadak kabur ke bawah mobil tetangga. Akibatnya, antrean suntiknya jadi mundur ke belakang dan hampir berbarengan dengan jadwal vaksin anjing. Di situlah saya akhirnya berkenalan sama Milo dan owner-nya.

Merawat anjing lebih susah ketimbang merawat kucing

Saya tuh salut sama orang-orang yang memelihara anjing, karena menurut saya merawat anjing tuh lebih susah ketimbang merawat kucing. Dahulu, budhe saya juga memelihara anjing di rumahnya. Saya kurang paham jenisnya apa, tetapi kalau teman-teman, khususnya milenial, ingat kalau dulu tuh ada film lawas tentang anjing berjudul Lassie? Nah, anjing budhe saya mirip itu. Bahkan, waktu itu diberi nama Lessy.

Lessy ini usianya lumayan panjang. Seingat saya, budhe saya sudah memilikinya sejak saya SD hingga saya kuliah. Setelah Lessy mati, budhe saya kemudian beralih memelihara kucing. Alasannya, “Udah tua, udah capek, nggak sanggup mengurus anjing.”

Yaaa, gimana, kalau anjing tuh agak butuh effort untuk melatih toilet training-nya. Berbeda dengan kucing yang secara insting langsung paham di mana sebaiknya dia buang air. Melihat litter box aja, kucing sudah tahu di sanalah toiletnya. Kalau anjing berbeda, wajib diajarin toilet training secara  intens baru dia paham di mana harus buang air besar.

Kalau saya perhatikan, tetangga-tetangga saya yang memiliki anjing, sering saya lihat membawa anjingnya ke kebun dekat rumah, sambil membawa kantong plastik buat toilet training anjingnya. Bener-bener ditungguin di lokasi yang sama. Yaaa, supaya nggak diprotes warga lain juga kali ya?

Satu lagi yang menurut saya agak berat adalah anjing tuh memiliki semacam kebutuhan olahraga dan ingin selalu aktif menjelajah, sehingga wajib banget owner-nya menyediakan waktu mengajak anjingnya berjalan-jalan keluar rumah. Kalau kucing kan geletakin aja di rumah, nanti dia bisa aktif bermain sendiri.

Itulah sebabnya butuh komitmen lebih buat teman-teman yang memutuskan memelihara anjing. Begitu anjing masuk rumah, vibes-nya seperti bukan punya hewan peliharaan, melainkan lebih ke memiliki anggota keluarga baru yang wajib diurus dengan baik.

Tips merawat anjing supaya sehat dan berumur panjang

Kualitas perawatan yang diberikan owner kepada anjing sangat mempengaruhi kualitas hidup anjing. Perawatan yang baik akan membuat angka harapan hidup anjing mencapai batas tertingginya, bahkan bisa melampaui rata-rata usia rasnya.

Lalu, bagaimana, sih, caranya supaya anjing selalu sehat dan bisa berumur panjang? Berdasarkan pengamatan saya, melihat anjing-anjing tetangga dan juga Lessy milik budhe saya dulu, beberapa hal yang dilakukan owner anjing sebagai usaha merawat anjingnya antara lain melakukan perawatan harian, mingguan, dan bulanan.

Berikut adalah perawatan harian anjing:

  • Memperhatikan perilaku dan kondisi anjing

Tadi di atas saya menceritakan tentang anjing tetangga saya, Milo, yang biasanya jalan-jalannya tuh sore atau pagi, tapi malam itu diajak jalan owner-nya malam. Nah, owner-nya Milo paham, nih, kalau anjingnya tengah gelisah, kemungkinan besar, karena kondisi cuaca.

Ini adalah hal yang tak biasa, bertolak belakang dengan kebiasaan anjing yang sebenarnya sangat menyukai rutinitas. Itulah sebabnya owner anjing harus mampu mengenali kebiasaan maupun kondisi normal anjingnya dari interaksi keseharian.

Owner anjing yang memang beneran sayang kepada anjingnya biasanya dapat mengenali perubahan kecil dari anjingnya. Baik perubahan fisik maupun mood anjingnya. 

Berikut adalah beberapa checklist pengamatan yang mungkin bisa teman-teman perhatikan saat berinteraksi dengan anjing di rumah:

-Apakah nafsu makan normal atau ada perubahan? Apabila ada perubahan segera kenali apa penyebabnya, apakah makanannya berubah, mangkuk makanannya kotor, dll.

-Apakah ada perubahan perilaku yang berubah secara drastis? Contohnya, biasanya kalau melihat owner pulang kerja, dia menyambut dengan antusias, kali ini lebih banyak diam? Apa anjing tiba-tiba lesu dan tidak mau bermain?

-Apakah ada perubahan kondisi tubuh? Mungkin dari cara berjalan atau dari cara duduknya?

-Apakah ada perubahan fisik yang mencolok? Mungkin anjing terluka atau tiba-tiba kesulitan berjalan? Maka, sebaiknya kita cek secara menyeluruh.

Jika ada perubahan yang mencolok, maka segera lakukan observasi beberapa hari, cari penyebabnya dahulu. Apabila belum ada perubahan juga selama mungkin 3-4 hari, sebaiknya bawa anjing ke klinik hewan.

  • Memastikan memberikan makanan sesuai kebutuhan

Sebaiknya, jangan asal memberikan makanan kepada anjing. Selama ini, banyak owner anjing berpatokan pada jumlah makanan saja, tetapi sering melupakan kalau makanan anjing itu hendaknya menyesuaikan beberapa faktor, antara lain: jenis makanan dan kesesuaian dengan usia, ukuran tubuh anjing, aktivitas anjing selama ini, serta kondisinya.

Jumlah makanan memang perlu diperhatikan, apalagi kalau anjingnya sangat aktif, tentu saja biasanya diberikan porsi agak besar supaya bisa memenuhi kebutuhan anjing, tetapi hal paling penting dari makanan anjing adalah memberikan nutrisi yang lengkap dan seimbang. 

Makanan anjing sangat mempengaruhi kesehatannya.

Jika ada kesulitan, saran saya, teman-teman bisa memakai beberapa panduan atau checklist berikut untuk pemberian makanan anjing harian:

-Apakah anjing sudah diberi makan tepat waktu sesuai rutinitasnya?

-Apakah jenis makanannya sudah sesuai kebutuhan nutrisi anjing?

-Apakah porsi makanan yang diberikan sudah sesuai feeding guide?

-Apakah jenis makanan yang disediakan sudah bernutrisi lengkap dan seimbang?

-Apakah anjing juga diberikan snack/ treat? Pemberiannya berlebihan atau tidak?

Untuk kebutuhan makanan anjing sehari-hari, saya merekomendasikan BOLT Dog Food. BOLT Dog Food merupakan makanan anjing yang formulasi nutrisinya telah sesuai dengan standar Association of American Feed Control Officials (AAFCO). Komposisi gizi makanannya juga seimbang antara kandungan protein dan lemaknya. Begitu pula dengan kandungan vitamin yang dibutuhkan anjing supaya bisa menjaga kulit, bulu, serta imunitas anjing.

BOLT Dog Food juga sudah dilengkapi dengan feeding guide pada kemasannya, sehingga owner bisa dengan mudah menyesuaikan makanan anjingnya dengan kondisi dan aktivitas si anjing. Harga BOLT Dog Food juga cukup ramah kantong in this economy. Tersedia beberapa varian yang bisa menyesuaikan usia anjing.

BOLT Dog Food mudah ditemukan di pet shop terdekat dari rumah teman-teman atau juga bisa dibeli secara online di sini.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai BOLT Dog Food, teman-teman bisa membaca di akun media sosial BOLT, yakni:

 

  • Menyediakan air minum yang bersih

Selain makanan, teman-teman owner anjing sebaiknya juga memperhatikan kecukupan air minumnya sehari-hari. Apalagi di cuaca panas dan cenderung lembab seperti sekarang ini, anjing biasanya lebih aktif dan butuh minum lebih banyak.

Checklist sederhana untuk menyediakan air minum antara lain:

-Apakah air bersih selalu tersedia di wadah minum anjing?

-Apakah airnya sudah diganti secara rutin?

-Apakah wadah minumnya sudah dibersihkan?

-Apakah lokasi wadah minum anjing sudah di tempat yang mudah dijangkau anjing?

Penting sekali untuk memastikan bahwa owner telah menyediakan wadah minum yang selalu terjaga kebersihannya. Lalu, sebaiknya letakkan di posisi yang mudah dijangkau oleh anjing. Jangan lupa pula untuk rutin mencuci wadah minum anjing dan mengganti airnya. Jangan sampai air wadah minum anjing kosong, karena anjing bisa membutuhkan minum kapanpun.

Pastikan anjing terpenuhi kebutuhan air minumnya.

Jangan menunggu sampai wadah airnya berlendir akibat sisa-sisa kotoran makanan dari mulut anjing maupun menjadi sarang jentik nyamuk, baru diganti. Apalagi, anjing memiliki indra penciuman yang tajam. Apabila, dia merasa air di wadah minumnya berbau atau berubah, maka anjing biasanya menolak minum.

Kalau anjing tidak minum, maka akan mengalami dehidrasi dan jatuh sakit. Sebagai owner, tentu tidak ingin anjing peliharaan sakit, bukan?

  • Menjaga kebersihan area makan dan istirahat

Hal yang tidak kalah penting adalah senantiasa menjaga kebersihan area makan dan istirahat anjing. Area makanan dan minuman wajib dibersihkan setiap hari supaya tidak menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan kuman.

Begitu pula dengan kendang atau tempat istirahat atau tempat tidur anjing, wajib dibersihkan supaya tetap nyaman dan tidak bau. Kalau anjing memiliki liter box di dalam maupun dekat kendang, jangan lupa pula rutin dibersihkan.

Beriku beberapa checklist untuk kebersihan area makan dan istirahat anjing:

-Apakah area makan anjing sudah bersih?

-Apakah wadah makanannya sudah tidak memiliki sisa makanan lama?

-Apakah wadah minumnya sudah bersih?

-Apakah kandang atau tempat tidur anjing sudah bebas kotoran?

-Apakah kotoran air sudah dibersihkan/ dibuang?

  • Mengajak anjing bergerak dan bermain

Seperti yang sudah saya sebutkan juga sebelumnya di atas, bahwa anjing memiliki kebutuhan berupa aktivitas fisik yang harus difasilitasi oleh owner-nya. Aktivitas ini biasanya menyesuaikan dengan jenis/ ras anjing serta usianya.

Anjing membutuhkan aktivitas fisik.

Oh ya, aktivitas fisik sebenarnya tidak harus berupa mengajak jalan-jalan anjing dengan jarak jauh. Bisa juga mengajaknya bermain dengan mainan, seperti bola atau benda lain yang bisa dilempar-lempar, bisa juga berjalan santai saja di sekitar lingkungan rumah, dan berbagai aktivitas lainnya yang memungkinkan anjing  bisa bergerak aktif dan menghabiskan energinya.

Berikut adalah beberapa checklist-nya:

-Apakah anjing memiliki waktu bermain/ beraktivitas fisik?

-Apakah aktivitas tersebut jenis dan durasinya sudah menyesuaikan  dengan kondisi fisik anjing?

-Apakah ada perubahan tingkat aktivitas anjing?

Itulah beberapa perawatan harian beserta panduan checklist-nya bisa digunakan oleh owner anjing.

Selain perawatan harian, owner anjing juga sebaiknya melakukan perawatan mingguan, yakni antara lain:

  • Memeriksa kulit dan bulu anjing

Selain perawatan harian, tidak ada salahnya setiap minggu owner  bisa lebih intens lagi mengecek kondisi kulit dan bulu anjing secara keseluruhan. Owner bisa mengamati apakah bulu anjingnya mengalami kerontokan, lalu ada kondisi kulit yang berubah atau terluka, hingga perubahan tekstur bulu.

Sebaiknya  juga lebih memperhatikan apakah anjing makin sering menggaruk tubuhnya, menjilat bagian tubuh tertentu, atau bahkan terlihat tidak nyaman. Apabila hal seperti itu terjadi maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter hewan, sebelum menjadi parah kondisinya.

  • Menyisir bulu anjing secara rutin

Salah satu aktivitas memeriksa kulit dan bulu anjing adalah dengan menyisir bulu anking secara rutin. Selain membuat bulu anjing makin rapi, menyisir bulu juga bisa mencegah bulu kusut, mengangkat kotoran di bulu, dan membuat bulunya makin panjang dan lebat.

Jangan lupa menyisir bulu anjing secara rutin.

Pada saat menyisir bulu anjing, owner juga bisa memanfaatkan kesempatan tersebut buat mengecek kondisi kulit anjing. Perhatikan apakah mungkin ada kemerahan, luka, benjolan, area yang tampak sangat kering, atau perubahan lain yang tidak biasa. Apabila ada kondisi tersebut maka segera bawa anjing ke klinik hewan terdekat.

  • Mengecek kondisi telinga anjing

Sebaiknya, owner anjing juga meluangkan waktu untuk mengecek kondisi telinga anjingnya setiap minggu. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain apakah ada kotoran yang berlebihan, ada kemerahan atau pembengkakan telinga, apa ada bau tak sedap, dll.

Cek kondisi telinga anjing.

Tidak perlu membersihkan telinga secara berlebihan hanya karena ingin membuatnya terlihat sangat bersih. Boleh menggunakan produk pembersih telinga, tetapi sebaiknya dilakukan sesuai petunjuk dokter dan kebutuhan anjing. Jika terdapat perubahan yang mencolok atau anjing tampak kesakitan, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter hewan.

  • Memeriksa dan merapikan kuku

Kuku anjing yang terlalu panjang akan membuat anjing tidak nyaman berdiri, berjalan, maupun berlari. Maka, pastikan memeriksa dan merapikan kuku anjing setiap minggunya.

Berikut adalah beberapa checklist yang perlu diperhatikan:

-Sudahkah memeriksa panjang kuku anjing? Seberapa panjang kukunya?

-Apakah kukunya mengganggu cara berjalannya?

-Apakah kukunya normal? Tidak ada yang terluka atau retak?

-Apakah pemotongan kuku sendiri dibutuhkan atau membutuhkan bantuan ahlinya/ grooming profesional?

  • Mengecek persediaan kebutuhan anjing

Perawatan mingguan ini bisa sekaligus menjawab pertanyaan/ checklist berikut:

-Apakah persediaan makanan anjing masih cukup?

-Apakah sudah memastikan kondisi dan tanggal kadaluarsa makanan anjing?

-Apakah persediaan treat masih ada?

-Apakah produk perawatan anjing masih tersedia?

-Apakah perlengkapan grooming dalam kondisi baik?

-Apakah mainan dan perlengkapan aktivitas masih aman digunakan?

Itulah teman-teman owner anjing beberapa perawatan mingguan yang perlu dilakukan supaya anjing tetap terjaga kesehatannya.

Terakhir, yang sebaiknya dilakukan oleh owner anjing adalah melakukan perawatan bulanan, yakni antara lain: 

  • Memantau berat badan dan kondisi tubuh anjing

Meskipun anjing masih terlihat aktif, tetapi tidak ada salahnya untuk mengecek kondisi tubuh anjing. Hal yang paling mudah dipantau terlebih dahulu biasanya adalah berat badannya. Berat badan anjing ini menjadi salah satu indikator apakah pola makannya sudah sesuai atau belum.

Maka, kalau bisa lakukan penimbangan badan anjing sebulan sekali. Kemudian, selain angka timbangan sebaiknya memperhatikan ukuran tubuh, bentuk badan, massa otot anjing.

Lakukan pula beberapa checklist berikut:

-Apakah sudah memantau berat badan secara berkala? Minimal sebulan sekali?

-Apakah sudah memperhatikan kondisi tubuh secara keseluruhan?

-Apakah jumlah makanan disesuaikan jika ada perubahan kebutuhan?

-Apakah aktivitas fisik tetap sesuai dengan kondisi anjing?

-Apakah ada perubahan berat badan yang tidak biasa?

  • Mengevaluasi pola makan anjing

Kebutuhan makanan anjing biasanya menyesuaikan seiring dengan bertambahnya usia, perubahan aktivitas, hingga perubahan kondisi tubuhnya. Maka, sebaiknya, setiap bulan lakukan evaluasi makanan yang diberikan kepada anjing.

Teman-teman bisa melakukan checklist dari pertanyaan berikut:

-Apakah makanan sudah sesuai dengan kebutuhan anjing?

-Apakah nutrisi yang diberikan sudah lengkap dan seimbang?

-Apakah porsi makanan selalu dievaluasi berdasarkan kondisi tubuh?

-Apakah setiap memberikan makanan selalu memperhatikan panduan pemberian makanan?

-Apakah treat masih berfungsi sebagai camilan/ snack? Karena treat tidak boleh menggantikan makanan utama.

  • Mengevaluasi aktivitas dan rutinitas harian anjing

Pernahkah mengalami kondisi ada anjing yang sebelumnya senang diajak bermain tiba-tiba lebih sering tidur? Atau ada anjing yang biasanya senang diajak berjalan-jalan keluar rumah mendadak terlihat cepat lelah?

Nah, perubahan semacam ini perlu diwaspadai. Apabila kondisinya berlangsung lama dan menetap, bukan sehari dua hari saja, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan.

  • Memastikan perawatan kesehatan preventif tidak terlewat

Perawatan kesehatan preventif ini misalnya seperti pemeriksaan kesehatan berkala dan vaksinasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah anjing terkena penyakit. Untuk itu teman-teman bisa melakukan checklist pertanyaan-pertanyaan berikut:

-Apakah sudah memeriksa catatan vaksin dan memastikan vaksinnya lengkap?

-Apakah melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin?

-Adakah perawatan pencegahan yang dilakukan sesuai rekomendasi dokter hewan?

-Apakah ada perubahan kondisi kesehatan yang mencolok?

-Sudahkah melakukan konsultasi dengan dokter hewan ketika ada kondisi yang tidak biasa?

  • Memeriksa perlengkapan anjing di rumah

Memeriksa perlengkapananjing seharihari, seperti wadah makan minumnya, kandangnya, kalung atau talinya, hingga mainannya juga perlu dilakukan. Pastikan kondisinya masih bagus dan bisa dipakai selalu oleh anjing.

Checklist-nya sebagai berikut:

-Apakah tempat makan dan minumnya masih dalam kondisi baik?

-Apakah tali dan kalungnya masih OK?

-Apakah tempat tidurnya bersih dan nyaman?

-Apakah ada mainan yang rusak dan perlu diganti?

-Apakah kandang atau area istirahat anjing tetap aman dan bersih?

Nah, itulah teman-teman perawatan rutin bulanan untuk anjing yang jangan sampai terlewatkan.

Kesimpulan

Kesimpulannya, apabila teman-teman memutuskan untuk merawat anjing, maka jangan lupa lakukan hal-hal berikut:

  • Lakukan perawatan harian, mingguan, hingga bulanan secara rutin supaya bisa memastikan anjing selalu dalam kondisi sehat.
  • Perawatan harian meliputi: cek makanan, air minum, perubahan aktivitas dan perilaku, hingga mengecek kebersihan area makan dan istirahat.
  • Perawatan mingguan meliputi: cek kesehatan kulit dan bulu, mengecek telinga, mengecek kuku anjing, serta senantiasa membersihkan area tempat anjing istirahat dan mainannya.
  • Untuk perawatan bulanan: sebaiknya memantau berat dan kondisi tubuh, mengevaluasi makanan dan aktivitas, mengecek jadwal kesehatan serta perlengkapan.

Semoga postingan mengenai panduan merawat anjing baik secara harian, mingguan, hingga bulanan ini bermanfaat, khususnya buat teman-teman yang baru memutuskan merawat anjing. Semoga dengan begitu anjingnya bisa selalu sehat dan bisa hidup lama.

April Hamsa

Categorized in: