Bebelac Blogger Reporter Events Food Kids Health Parenting Product Review Review & Contest

Cara Mendidik Anak Agar Punya Sikap Tanggap yang Lengkap

Sikap tanggap yang lengkap?”

Hmmm, sikap yang seperti apakah itu? Kok, saya baru mendengar tentang sikap tanggap yang lengkap ini ya?”

Mengapa sikap tanggap yang lengkap tersebut sebaiknya dimiliki oleh anak-anak?”

Adakah teman-teman yang baru pertama kali mendengar tentang sikap tanggap yang lengkap ini? Hehe, kita high five dulu deh. Saya juga baru aja kok memahami maksud dari sikap tanggap yang lengkap, yang sebaiknya dimiliki oleh anak-anak ini. Saya mendapatkan informasi mengenai sikap tanggap yang lengkap dari acara BebeTalk yang saya ikuti tanggal 11 April lalu.

Acara BebeTalk yang berlangsung di restoran Plataran, area Menteng, Jakarta pusat tersebut diinisiasi oleh brand susu anak Bebelac. Acara talkshow tersebut juga sekaligus acara blogger dan buzzer gathering. Sehingga, banyak mombloggers dan public figure yang juga ibu-ibu menghadiri acara tersebut.

Saya dan Dema saat menghadiri BebeTalk tanggal 11 April kemarin.

BebeTalk yang mengambil tema “Apa Saja Stimulasi dan Nutrisi untuk Dukung Tanggap yang Lengkap si Kecil?” tersebut juga menghadirkan narasumber yang merupakan pakar di bidangnya, yakni antara lain:

  • Dr. Nur Aisiyah Widjaja, SpA(K): Dokter anak sekligus konsultan nutrisi yang menjelaskan tentang kebutuhan nutrisi untuk anak-anak.
  • Roslina Verauli, MPsi: Psikolog yang ngajakin para peserta yang kebanyakan mamah-mamah muda untuk melakukan positif parenting.
  • Gisella Anastasia: Public figure, sekaligus ibu Bebelac yang sharing pengalamannya tentang susu Bebelac yang diminum anaknya, Si Gempi, selama ini.
  • Andi Hairin: Head of Brand Bebelac yang menginformasikan mengenai formula Bebelac yang baru.

Narasumber BebeTalk dari kiri ke kanan Mbak Andi, Gisel, Gempi, Mbak Vera, dr. Nuril (berhijab).

Sehingga, acara BebeTalk pada siang hari itu bukan sekadar ajang kumpul-kumpul para ibu aja, namun juga merupakan kesempatan untuk menambah wawasan. Terutama nih, tentang psikologi anak, nutrisi anak, dan tips parenting lainnya. Selain itu, ada juga playdate buat anak-anak. Jadi, selagi para ibu menyimak talkshow, anak-anak yang turut serta bisa bermain bersama di playground yang disediakan oleh panitia acara.

Pentingnya anak memiliki sikap tanggap yang lengkap

Jadi, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan sikap tanggap yang lengkap itu?”

Psikolog Roslina Verauli (Mbak Vera) mengatakan bahwa anak yang tanggap adalah anak yang memiliki kemampuan segera memberi respon. Enggak cuma tanggap secara intelektual aja lho, namun juga biosa tanggap secara sosial. Artinya, si anak ini mampu bekerjasama denga anak/ orang lain, mengerti aturan main, tahu mana yang benar dan mana yang salah, serta punya kepedulian sama orang lain.

Jadi, ada tiga tanggap yang lengkap, yakni:

  • Tanggap intelektual: anak pandai secara akademis.
  • Tanggap emosional: anak tanggap akan suatu masalah, tahu aturan, dll.
  • Tanggap sosial: anak mampu bersosialisasi dengan orang lain atau lingkungannya.

Apabila si kecil memiliki ketiga sikap tanggap yang lengkap tersebut, maka anak akan lebih memiliki kepekaan dan kepedulian. Berkat ketiga sikap tanggap yang lengkap itu juga, anak-anak jadi mampu melihat masalah dari berbagai sisi. Sehingga, sejak kecil anak-anak akan terbiasa menghadapi tantangan. Enggak lari dari tantangan itu.

Selain itu, dengan memiliki sikap tanggap yang lengkap, anak akan punya kemampuan untuk mencari solusi sendiri. Bahkan, solusi tersebut enggak hanya baik buat dirinya, namun juga baik untuk semua pihak. Karena, anak juga punya rasa peduli yang besar pada orang lain atau lingkungannya.

Positive parenting untuk dukung terbentuknya tanggap yang lengkap

Bagaimana caranya supaya anak bisa memiliki sikap tanggap yang lengkap?”

Sebelum memberitahu jawabannya, saat acara BebeTalk, Mbak Vera mengajak para mombloggers untuk bermain game. Cara mainnya, masing-masing mombloggers diminta memegang dua kertas. Satu berwarna merah, satu lagi berwarna biru.

Mbak Vera kemudian memberikan instruksi kepada mombloggers untuk mengisi/ menulis di kertas berwarna merah dengan perkataan-perkataan negatif, seperti:

  • Ih, kamu cengeng.”
  • Kamu penakut.”
  • Kamu galak.”
  • Itu salah.”
  • Kok gitu, sih?” (Meragukan anak).
  • Kamu bukan anak mama.” (Penolakan).
  • Anak siapa, sih?”

Setelah itu, gantian Mbak Vera mengajak para mombloggers mengisi kertas biru dengan pernyataan atau perkataan positif, seperti:

  • I love you.”
  • You are oke.”
  • Kamu bertanggungjawab, mama suka.”
  • Kamu baik banget.”
  • Pinter, cerdas.”
  • Good job.”
  • Kamu bisa, kamu mampu.”
  • Wah, hebat, kamu kerjakan sendiri.”

Mbak Vera kemudian meminta mombloggers menghitung berapa banyak pernyataan yang ditulis baik di kertas merah, maupun biru. Idealnya, daftar pernyataan di kertas biru lebih banyak dibandingkan yang yang kita tulis di kertas merah. Sebab, kertas biru melambangkan positive parenting. Sebaliknya, kertas merah adalah contoh negative parenting.

Buang negative parenting untuk stimulasi tanggap yang lengkap

Mbak Vera kemudian mengajak semua mombloggers untuk meremas-remas kertas warna merah, lalu membuangnya ke tempat sampah. Poinnya adalah semua hal yang kita katakan kepada anak, sebaiknya adalah yang baik-baik saja. Sebagaimana yang telah kita tulis di kertas warna biru.

Tahu tidak moms, ternyata setiap kita kasi pernyataan ke kertas biru berarti kita memasukkan kristal-kristal indah ke skema berpikir putra putri kita di rumah. Kristal itulah yang akan menghiasi rumah tangga dalam dirinya sendiri jadi begitu indah, sehingga penghayatan anak terhadap dirinya sebagai rumahnya adalah positif dan indah,” jelas Mbak Vera.

Mbak Vera juga menambahkan, bahwa saat anak merasa bahwa dirinya adalah individu yang penuh dengan kristal-kristal indah tadi (dikenal sebagai strength), maka anak akan membangun diri yang positif. Anak yang membangun diri secara positif pasti akan punya emosi positif. Bahkan, pada saat anak sedih sekalipun, dia bisa cepat kembali ke kondisi normal dan netral. Hanya anak yang emosinya positif yang kompeten kayak gitu.

Sebaliknya, kalau orang tua terlalu sering mengatakan pernyataan-pernyataan yang tertulis di kertas merah, artinya orang tua sedang memasukkan sampah ke skema berpikir anak. Anak yang dikatain cengeng akan menjadi lebih cengeng. Anak yang disebut nakal, pasti akan makin nakal, dll.

Pernyataan-pernyataan tersebut ibaratnya adalah stimulasi dari orang tua ke anak. Stimulasi yang orang tua lakukan selama ini sangat dipengaruhi gaya pengasuhan orang tua. Jadi kalau orang tua melakukan negative parenting di rumah, ya hasilnya anak-anak yang berperilaku kurang baik. Sebaliknya, apabila orang tua melakukan positive parenting, maka anak akan berhasil mendapat kecerdasan yang diharapkan. Baik cerdas secara intelektual, emosional, maupun sosial. Anak-anak yang memiliki ketiga kecerdasan tersebut memiliki sikap tanggap yang lengkap.

Nutrisi yang baik akan membuat stimulasi pada anak lebih mudah. Foto by @miramiut.

Nutrisi yang bisa dukung anak memiliki sikap tanggap yang lengkap

Selain memberi stimulasi dan melakukan positive parenting, satu lagi faktor yang bisa mendukung anak memiliki sikap tanggap yang lengkap. Faktor tersebut adalah nutrisi. Yup, nutrisi itu sangat penting, sebab bisa mengoptimalkan fungsi otak anak. Nutrisi ini sebaiknya diberikan semenjak bayi masih dalam kandungan ibunya.

Dr. Nur Aisiyah Widjaja, SpA(K) (dr. Nuril) mengatakan bahwa yang namanya pertumbuhan anak itu enggak bisa instan. Maka dari itu, sejak dalam kandungan, anak harus diberi nutrisi yang baik. Ada tiga nutrisi yang paling penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, yakni:

  • Karbohdrat.
  • Protein (hewani).
  • Lemak.

Sedangkan, untuk sayuran (serat) sebenarnya anak-anak hanya butuh sedikit. Rumus kebutuhan serat = Usia dalam tahun + 5 gram. Jadi, kalau anaknya usia 3 tahun misalnya, si anak ini hanya butuh konsumsi 8 gram sayuran. Dr. Nuril menyarankan kepada mombloggers yang hadir untuk lebih fokus memberikan karbohidrat, protein hewani, dan lemak kepada anak-anak.

Anak yang aktif harus cukup karbo, protein, lemak. Cemilan harus dibatasi, kalau bisa sehari tiga kali makan berat dan makan cemilan dua kali. Sisanya bisa susu. Kalau di atas usia setahun bisa diberi susu tiga sampai empat kali. Namun, jangan lebih banyak susunya, harus lebih banyak makanannya,” kata dr. Nuril.

Apa yang terjadi apabila nutrisi anak enggak tercukupi?” Dr. Nuril menyebutkan beberapa dampak sebagai berikut:

  • Sel-sel otak anak pertumbuhannya enggak baik, sehingga berdampak ke perkembangan otak.
  • Bayi bisa lahir dengan berat badan rendah.
  • Terjadi gangguan fungsi kognitif.
  • Terjadi stunting (anak pendek).

Namun, jika nutrisi anak terpenuhi dengan baik, maka anak-anak bisa optimal tumbuh kembangnya dan lebih mudah distimulasi untuk memiliki sikap tanggap yang lengkap.

Bebelac bantu si kecil miliki sikap tanggap yang lengkap

Ngobrolin tentang nutrisi anak, Gisella Anastasia (Gisel) menceritakan bahwa sejak Gempi lahir dia sudah concern terhadap nutrisi untuk Gempi. Gisel kemudian cerita bahwa Gempi dulu lahirnya mungil sekali, panjang badannya kurang. Sehingga, Gisel benar-benar memperhatikan asupan nutrisi Gempi supaya bisa mengejar ketertinggalan pertumbuhannya.

Tanggap yang lengkap membuat anak mampu mencari solusi sendiri.

Sayangnya, Si Gempi termasuk anak yang susah sekali makan. Namun, untungnya Gempi suka minum susu yakni Bebelac sebagai selingan makanannya. Sehingga, Gisel enggak khawatir Gempi kekurangan nutrisi. Soalnya, Gisel yakin bahwa Bebelac ini merupakan susu dengan nutrisi yang lengkap.

Head of Brand Bebelac Andi Hairin (Mbak Andi) mengatakan bahwa Bebelac memang hadir untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Baru-baru ini untuk mengoptimalkan dukungan tersebut, Bebelac kembali hadir dengan formula baru. Bebelac baru memiliki kandungan Omega 6 dan Minyak Ikan yang lebih tinggi. Selain itu, Bebelac baru memiliki perbandingan FOS: GOS sebesar 1:9 yang memiliki manfaat untuk pencernaan anak. Tak hanya itu, Bebelac juga dilengkapi dengan 13 vitamin dan 9 mineral yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Mbak Andi juga mengatakan bahwa Bebelac berkomitmen membantu menumbuhkan anak hebat (tanggap yang lengkap) dengan berfokus pada dua fungsi utama, yakni nutrisi dan ibu. Sehingga, enggak sekadar sekadar mengeluarkan produk untuk bantu memenuhi nutrisi anak, Bebelac juga berpartisipasi aktif membuat sharing tentang cara membesarkan anak. Baik melalui website, media sosial, maupun program BebeTalk. Salah satu artikel bagus yang bisa dibaca di website Bebelac oleh ibu-ibu adalah Tanggap Lengkap yang Hebat Sebagai Ciri Anak Hebat ini (klik aja ya).

Nah, itulah teman-teman “oleh-oleh” yang saya dapat dari menghadiri acara BebeTalk, kemarin. Semoga informasi mengenai sikap tanggap yang lengkap ini bermanfaat buat teman-teman ya, khususnya buat yang punya anak balita 🙂 .

April Hamsa

Leave a Reply

Instagram

error: Content is protected !!