Liburan sekolah kali ini dompet sedang tak bisa diajak bekerja sama, nih, hiks. Yaaahh, in this economy plus tahun ajaran baru, duitnya dipakai buat daftar sekolah anak dulu, hehe 😀 . Meski demikian, buat menghibur anak-anak agar tidak bosan di rumah melulu, kami tetep mencari hiburan, walaupun di dalam kota saja. Salah satunya, hari Sabtu lalu, kami sekeluarga berwisata kuliner di Kedai Sirih Merah, sebuah restoran yang menyajikan hidangan khas peranakan nusantara yang berlokasi di Jakarta Pusat.

Kedai Sirih Merah berlokasi di sebelah Hotel 101 Urban Jakarta Thamrin.
Kebetulan, selama musim liburan sekolah ini, Kedai Sirih Merah juga sedang ada program “Let’s Dine and Play”. Jadi, selain makan, pengunjung juga bisa melakukan aktivitas “play” di sini, sehingga cocok, deh, kalau mengajak anak-anak ke resto ini.
Penasaran nggak aktivitas “play”-nya kayak apa?
Nanti kita bahas yaaa. Sebelumnya, saya mau cerita dahulu mengenai makanan yang kami nikmatin di sana plus suasana resto-nya.
Makan siang di Kedai Sirih Merah
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya saya dan keluarga makan di Kedai Sirih Merah. Beberapa kali ke sini, kami biasanya datang saat waktunya makan siang, sekitar pukul 11-12. Pas dengan jam buka resto-nya, jam-jam segitu.
Makan siang bersama keluarga di Kedai Sirih Merah weekend lalu.
Dahulu, saya mengenal resto ini dari komunitas blogger yang kebetulan diundang dalam perayaan ulang tahun Kedai Sirih Merah yang ke-8 (tahun 2023). Sejak itu, kalau sedang maen-maen ke area Jakarta Pusat, maka Kedai Sirih Merah menjadi salah satu alternatif “pit stop” setelah puas berkeliling kota 😀 .
Lokasi Kedai Sirih Merah memang cukup strategis, sih. Lokasinya juga mudah dijangkau dengan transum, baik KRL, TJ, maupun angkot. Nanti, saya spill alamat lengkapnya di akhir ya.
Balik ke hari Sabtu lalu, ketika kami ke sana, mungkin karena baru buka, maka baru ada satu meja yang terisi. Saya dan keluarga kemudian duduk di samping meja tersebut.

Penataan meja makannya.
Oh ya, sebelumnya, saya sudah reservasi terlebih dahulu, sehingga meja yang kami pesan sudah ditata dengan tatanan ala resto fine dining, ketika kami tiba. Di atas meja juga tersedia satu drink jar berisi es teh.
Untuk makanan yang kami nikmati hari itu antara lain:
-Ayam asam manis
Ini merupakan hidangan ayam yang digoreng crispy, kemudian disiram dengan saus asam manis lengkap dengan irisan bawang bombay-nya. Tak ketinggalan, makanan ini juga dipercantik dengan sayuran berupa potongan wortel, kacang polong, dan daun seledri.

Ayam goreng crispy dengan saus asam manis.
Ayamnya empuk, dengan daging bagian dalam masih juicy, yang ketika dimakan berpadu di mulut dengan rasa manis dari sausnya. Sayurannya juga masih fresh.
-Udang mayonaise
Udang mayonaise di Kedai Sirih Merah merupakan salah satu hidangan favorit pengunjung resto ini. Di buku menu akan terlihat tanda “topi chef” di samping tulisan menu ini.

Udang goreng tepung dengan saus mayonaise.
Udang ini disajikan dengan cara digoreng garing dengan tepung, sehingga menghasilkan tekstur garing dan renyah di bagian luar, serta lembut di bagian dalam. Kemudian, dihias dengan saus mayonnaise di bagian atas yang memiliki cita rasa creamy dan gurih.
-Sup bola ayam
Sesuai namanya, sup bola ayam ini merupakan sup berkuah bening dengan isian bola-bola dari daging ayam. Bentuknya tidak seperti bola bakso, karena sepertinya menggunakan sedikit tepung, sehingga pengunjung benar-benar bisa menikmati daging ayamnya. Ukuran bola-bola ayamnya tidak terlalu besar, sehingga dengan satu suapan saja sudah bisa masuk ke mulut 😀 .

Sup bola-bola daging ayam.
Sup ini juga dilengkapi dengan aneka sayuran, seperti wortel, jamur, potongan daun bawang, juga protein tahu. Rasanya gurih, asin, segar. Tidak ada rasa pedasnya, sehingga aman buat anak-anak.
-Cah sawi bawang putih

Sayuran sawi hijau.
Sayuran berbahan dasar sawi hijau muda dan bumbu bawang putih ini memiliki tekstur lembut tetapi crunchy. Sayuran ini disjaikan dengan siraman saus ala oriental yang terdiri dari minyak wijen dan saus tiram, sehingga sausnya cenderung kental. Rasanya gurih dan ada sedikit rasa manis.
-Bakmi goreng ayam

Bakmi goreng ayam.
Bakminya ala peranakan berupa bakmie telur dengan ukuran dan teksur yang khas, dengan bumbu yang diberi kecap. Bakmi ini juga disajikan dengan potongan daging ayam, orak-arik telur, dan aneka sayuran seperti irisan wortel, kacang polong, dll. Tak lupa juga tambahan acarnya, serta hiasan berupa mentimun dan selada segar.
Kemudian, untuk minumannya, buat anak-anak:
-Es sokelat

Minuman cokelat untuk anak.
Pada dasarnya es ini merupakan minuman cokelat. Teksturnya kental, creamy, dengan rasa cokelat pekat, tidak terlalu manis.
-Es pink candy

Es dengan rasa bubble gum.
Es berwarna pink ini rasanya mirip-mirip dengan bubble gum yang memiliki rasa dan aroma yang manis. Rasa sirup bubble gum-nya sukses berpadu dengan susu, sehingga anak-anak cenderung menyukainya.
Tak ketinggalan, camilan setelah makan, yakni:
-Garlic cassava
Bahasa lokalnya adalah singkong goreng bawang putih. Singkong goreng ini tekstur luarnya crispy, tetapi lembut di bagian dalam. Kalau orang Jawa bilangnya tekstur kek gini tuh “memprul”.

Singkong goreng.
Garlic cassava ini aroma bawang putihnya lumayan kuat. Memiliki rasa gurih asin yang nggak hanya di luarnya saja, meliankan meresap sampai ke dalam.
-Pisang goreng

Pisang goreng lembut dan manis.
Pisang goreng di Kedai Sirih Merah dipotong agak kecil kemudian digoreng dengan tepung. Pisang gorengnya disajikan dengan saus cocolan dari madu yang tidak terlalu kental, sehingga tidak eneg walaupun pisang dan sausnya manis.
Itulah beberapa makanan dan minuman yang kami nikmati di sana.
Hal yang menjadi keunikan hidangan di Kedai Sirih Merah, meskipun merupakan resto peranakan, tetapi berani menggunakan bumbu medok yang sudah menyesuaikan dengan lidah orang lokal Indonesia. Selain itu, resto ini mengklaim tidak memakai MSG untuk setiap masakannya. Semua hidangan memakai bumbu racikan homemade ala Kedai Sirih Merah.
Oh ya, selain makanan dan minuman yang sudah saya sebutkan di atas, tentu saja, juga ada sebakul nasi untuk empat porsi, ya. Wadah nasinya unik dari kayu dengan bentuk khas oriental vintage, melengkung gitu, dan ada tutupnya, sehingga menjaga nasi tetap hangat.
Hidangan di Kedai Sirih Merah bisa dipesan secara ala carte, maupun paketan. Restoran ini juga menyediakan paket untuk nasi box, catering, tumpeng, dll. Kalau misalnya teman-teman berkantor di sekitar Jakarta Pusat dan kantornya akan menyelenggarakan acara, bisa banget, lho, order ke restoran ini.
Atmosfer di Kedai Sirih Merah
Nuansa oriental vintage memang sangat menonjol di restoran satu ini. Terlebih lagi, sepertinya restoran ini menempati bangunan rumah kuno khas era Belanda yang bentuk aslinya dipertahankan dengan baik.
Tempat dine in di restoran ini terbagi atas dua area, yakni indoor dan outdoor. Bagian indoor ada tepat di bagian ketika pengunjung memasuki resto. Lalu, ada area tengah, yang terbagi lagi menjadi dua.

Ruang dine in bagian tengah.
Ruangan pertama terdiri dari dua meja, di mana masing-masing meja berkapasitas empat orang. Lalu, di ruangan kedua yang agak menjorok ke dalam terdapat satu meja makan besar yang bisa untuk 6-8 orang.

Ruangan tengah untuk tamu lebih dari 5 orang.
Di kedua area ini terdapat banyak lukisan-lukisan yang menggambarkan Jakarta tempo dulu, kaligrafi dengan huruf-huruf Mandarin, dan hiasan-hiasan dinding lainnya khas rumah peranakan. Hiasan paling menonjol adalah dua kipas besar berwarna merah di dinding. Di bawah kipas terdapat meja hias dengan banyak keramik khas oriental juga.

Focal point resto.
Ada pula beberapa spot dengan meja yang di atasnya terdapat benda-benda vintage, seperti mesin ketik lawas, pesawat telepon, radio jadul, tea set, dll. Semua hiasan berpadu apik dengan interior khas bangunan lama, di mana bentuk pintu dan jendelanya berukuran besar-besar. Tak ketinggalan, lantai ubin dengan bentuk geometris klasik khas rumah zaman Belanda.
Oh ya, selain area dine in di tengah, ada satu pintu lagi yang akan membawa pengunjung ke sebuah ruangan yang dicat warna kuning gelap. Ternyata, menurut petugas, ruangan ini lebih banyak dipakai untuk meeting, gathering, atau acara-acara seremonial seperti ulang tahun, pertunangan, dll.

Ruang yang biasa dipakai untuk acara atau pertemuan.
Menyambung kembali area ruang tengah yang agak menjorok ke dalam tadi, terdapat sebuah pintu, yang kalau kita keluar maka akan berpindah ke area outdoor. Sebenarnya, sih, semi outdoor gitu, ya, karena ada atapnya. Langit-langitnya unik, karena ada hiasan payung warna-warni. Di sini terdapat beberapa meja kursi dan yang paling menonjol adalah ada meja kursi yang berada di bawah (semacam) gazebo, gitu.

Area semi outdoor.
Masih di area yang sama dengan area outdoor, Kedai Sirih Merah memiliki beberapa ruangan privat buat pengunjung yang menginginkan privasi. Ada tiga ruangan yang masing-masing dindingnya di-cat dengan tiga warna berbeda, yakni merah, hijau, dan biru.
Untuk mushola dan toilet juga berada di area sekitar outdoor juga, sehingga aman ya, kalau pengunjung mau sholat maupun ke toilet.
Bermain permainan tradisional di Kedai Sirih Merah
Satu lagi area yang khusus ditambahkan oleh Kedai Sirih Merah selama liburan sekolah kali ini, yakni playground untuk anak, dalam rangka program “Let’s Dine and Play”-nya tadi. Bukan sekadar playground, area bermain ini mengusung konsep bermain permainan tradisional.
Lokasinya masih nyambung dengan area outdoor buat dine in tadi. Ada spot yang digambar kotak-kotak untuk bermain engklek. Teman-teman masih ingat engklek, nggak?

Spot playground untuk anak-anak.
Kalau di Surabaya dulu, saya nyebutnya “engkle”, yakni sebuah permainan melompat masuk ke kotak-kotak dengan satu kaki, di mana juga sebelumnya harus melempar gacoan (biasanya dari pecahan ubin).

Permainan engklek.
Selain engklek, di spot ini juga tersedia beberapa alat permainan lain, seperti gundu (kelereng), gasing, egrang dari batok kelapa, mainan masak-masakan, dan aneka permainan jadul lainnya. Kalau anak-anak mau membaca buku atau menggambar/ mewarnai, di sana juga disediakan buku-buku bacaan dan peralatan menggambar.

Mau membaca buku dan menggambar di sini juga bisa.
Trus, tersedia pula jajanan anak milenial zaman dulu di semacam angkringan yang ada di sana, seperti wafer, biskuit, dan minuman-minuman “krus” kalau kata Na Willa alias minuman bersoda.

Aneka jajanan jadul.
Playground seperti ini tentu saja sudah langka di zaman sekarang, di mana anak-anak lebih sering bermain dengan gadget-nya. Jadi, kalau teman-teman ingin memperkenalkan permainan zaman dulu ke anak-anak sekarang, sekaligus makan makanan khas peranakan yang enak-enak, hayuk mampir saja ke Kedai Sirih Merah.
Lokasi Kedai Sirih Merah ada di sini ya:
Semoga postingan tentang Kedai Sirih Merah ini bermanfaat ya, khususnya buat para ortu yang kepengen family holiday dalam kota saja di masa liburan sekolah kali ini 😀 .
April Hamsa


Aku cukup jarang nemunresto tuh yang nyediain playground ada permainan tradisionalnya mbak.
Kedai Sirih Merah ini etniknya poll ke cina banget. Lihat ornamennya yang ada guci² keramik sama lukisan ala asia tuh identik. Kalau kipas merah malah di beberapa tempat jarang, kembanyakan pokok interiornya warnanya merah. ????
Lihat resto yang ada mainan jadoelnya inget salah satu langgananku di Malang mbak. Cuma di resto langgananku tuh nggak ada pojok buat baca atau kreasi, tapi stand jajanan jadoel sama mainnya jadoel itu.
Makanya kalau nemu lokasi makan yang makanan enak, ada area permainan tradisional merasa amaze banget. ????
Wah resto di Malang di mana tu mbak?
Iya mbak playground-nya unik, buat menambah wawasan anak2 zaman sekarang tentang permainan tradisional kali ya?
aku sukaa motif tegelnyaaaa.
ini koyoke dari tegel Jogja yg kondang itu yahhh..opo sih namanyaaa….tegel kunci kalo ngga kliru
brilian banget ni ownernyaa, kasih atmosfer permainan jadul. aduh aku mupeeeng ke sana.
selalu sukaaa ama resto yang niat membangun ambience dan vibes khas kek giniii
moga2 ada rezeki tahun ini bisa cuss ke 022 dan 021
Kalau di Malang tuh ada namanya Taman Indie mbak.. Aku biasa bawa tamu dari Jepang makan di sana. Resto Etnik tapi buka ke chinese.
Nah kalau yang chinese kayak Sirih Merah pernah nemu, tapi di tulung agung. Semi Chinese ornamennya.. Cuma nggak ada pojok literasinya.
Pengen banget dah main ke JakPus, kalau ada yang nganter. wkwk.. secara kalau ke Jakarta paling banter muter² area bintaro doang. Mana aku buta arah di sana. Bisa berangkat, bingung pulang..????
Yang di Malang di mana mbak Dinda? Jadi ikut penasaran hehehe…
Emang jarang sih ya tempat makan yang ada permainan jadulnya kaya gini. Kebanyakan playground modern.
Cuma kalau permainan jadul gini rasanya belum bisa dimainkan balita. Balitanya dibacain buku aja kali ya ????
Penasaran kenapa nama Sirih Merah dipakai untuk penamaan kedai ini, tapi memang estetik sih menurut saya, sesuai dengan konsep interiornya yang retro vintage, saya suka dekorasi seperti ini, konsep jadul di tata rapi dan bersih, suasananya jadi adem.
makanan yang disajikan juga sangat masuk dengan semua konsep yang di usung, wajib nyoba kalo deket mah, duh….
Mungkin karena lokasinya di Jl. Taman Kebun Sirih kali ya mang 😀
Ditambah “merah” buat menonjolkan identitas peranakannya.
Biasanya etnis Chinese menamakan tempat atau kasih nama sesuatu berdasarkan perhitungan mereka. Dan bisa saja dalam bahasa Mandarin berarti (memiliki arti yang) bagus. Lalu saat diindonesiakan artinya kalau menurut bahasa kita seperti istilah yang kaku, tidak lumrah.
Itu karena penempatan subjek predikat objek yang berbeda antara Mandarin dan bahasa Indonesia
Juga pemilihan arti kata yang dicocoklogikan supaya sesuai dengan kondisinya
Cmiiw
Kayak gak asing namanya, ternyata karena sering liat kalau pas lagi ke Jakpus dan lewat sana. Tapi belum pernah mampir nih. Khas banget desain interior nya ya, nuansa oriental vintage. Kayaknya cocok buat makan siang keluarga yang santai. Itu menu es namanya sokelat? Plesetan dari Cokelat kali ya. Trus, pisgor dengan saus cocolan madu gitu biasanya kalau aku enaknya pas masih anget dan tepungnya masih garing. Kalau udah dingin dan lembek, kayak udah kurang enak. Menu-menunyo cocok semua buat makan keluarga ini ya.
Iya mbak, kelihatan kok dari jalan raya utama, jalan apaan deh ya itu, yang banyak kantor BUMN keknya. Lokasinya di seberang dipisahkan sama sungai.
Bener keknya plesetan dari cokelat gitu.
Iya masih anget2 sih saat dihidangkan, pas nggak berapa lama juga masih empuk. Kyknya kalau pisgor2 trus tergantung jenis pisangnya kali ya.
Yang dimaksud sawi hijau itu kailan bukan sih? Sepertinya sayur kailan ya? Kalau mengingat ini resto peranakan kailan memang cocok
Tapi itu cuma daunnya aja yg terlihat, ga ada batang? Atau emang itu bukan kailan kali ya?
Anak jaman now yg udah ga tau permainan tradisional bagus ya diajak makan di sini, bisa sambil ikutan aktivitas permainan tradisional itu. Btw ada yang ngajarin langsung anak jaman now pasti langsung bisa semua permainan nya itu
Sayur yang mirip sawi iya sih kailan, sepertinya memang itu kayaknya Teh. Cuss lah pankapan kita kopdar bareng ketemuan di Kedai Sirih Merah, ama Kak April juga nanti Kak April yang traktir, laaahhh wkwkwkk.
Senengnya permainan tradisional masih terus dihidupkan, karena ini permainan yang pastinya bakal ngangenin ketimbang main bia gadget kan
Seriuuuus loh mba, aku sampe lihat ratingnya di google, dan ternyata 4.6 , yg mana minimal ratingku utk mau makan di sana 4.5 :D. Jadi kalau 4.6 udah kategori enak.
Soalnya Agustus aku bakal kedatangan tamu lagi, drpd ajakin ke mall, kayaknya aku tertarik ajak temenku makan di sini. Apalagi ga jauh dr lokasi hotel mereka nanti. Dan makanannya pun masih berbau peranakan, ada Indonesianya juga.
Tempat cakep, ada Playground anak, temenku kali ini bawa anaknya soalnya.
Sukaaa lihat dekorasi mereka yg klasik dan jadul. Baguuus banget owner-nya bisa mempertahankan design rumah lama tetap terawat begini
Daku mendukung Kak Fanny untuk bareng rombongan ke Kedai Sirih Merah (padahal daku sendiri belum pernah mampir hehe).
Soalnya dari nama restonya udah Indonesia banget ya Kak, apalagi juga menu² yang tersedia juga ciamik buat disantap bareng rekan yang nota bene dari luar Nusantara, sehingga cocok buat rekomendasi mereka juga saat nantinya kembali ke tanah air.
Cakep tuh mbak. Bisa bawa temen ke sini buat makan siang. Lokasinya juga strategis. Daripada diajakin ke mal, ntr bingung mending ke Kedai Sirih Merah ini. Si kecil bisa diajarin mainan tradisional. Orangtua/teman2 bs diajakin makan. Soal selera, menu di kedai ini tampaknya masih sesuai dengan lidah nusantara. Nggak ada menu aneh2 dan pastinya cocok bgt dgn kita2.
Desain interiornya juga cakep, retro vintage. Cocok bgt buat kita yg demen foto2 jadul ala-ala buat mempercantik lini masa.
Wah iya, baru mau bilang sepertinya Mbak April sering ke Kedai Sirih Merah karena sempat beberapa kali baca artikel Kedai Merah. Enak ya kalau ketemu sama resto yang lokasinya strategis, rasa makanannya cocok di lidah, suasananya oke banget. Beneran nuansa peranakan nya berasa sekali di Kedai Sirih Merah ini.
Secara menu yang dipesan mbak pun menarik semua sih. Terutama pisang goreng pakai tambahan cocolan madu. Lalu aneka lauknya pun tampak sedap, apalagi ada klaim non MSG.
Nah, terbilang inovatif bikin nuansa bermain ala jadul yang pastinya bikin anak-anak penasaran serta bisa menikmati liburan yang berbeda, kurangi pemakaian gadget. Engkle atau galasin (basa Sunda) menyenangkan untuk bermain. Apalagi ada permainan kelereng pula. Terus ada pojok baca, menarik pisan ini sih. Kebayang anak-anak bakalan betah menghabiskan waktu. Apakah ada jam maksimal buat bermain? Pembatasan waktu? Atau bebas aja?
Liburan di Juni – Juli ini memang harus bikin strategi banget, ya, karena kita juga harus mempersiapkan keperluan sekolah anak-anak di tahun ajaran baru. Tapi tak apa-apa banget liburan tak keluar kota, karena masih banyak juga tempat-tempat yang bisa dijelajah di kota masing-masing, apalagi sekelas Jakarta, banyak banget pastinya alternatif pilihannya.
Selain menu-menunya yang menggoda, konsep tempat bermain yang disediakan Kedai Sirih Merah ini marketing nya keren sih, karena memang bertepatan dengan musim liburan sekolah, ya. Jadi anak-anak yang kita bawa ke sana tak hanya akan menikmati setiap menu-menu enak, tetapi juga bermain sambil belajar di arena playground nya
Heeeee, kedainya lucuuuukk bangeett… tegel khas jadul dan dekorasi-dekorasi yang unik. Penataan tablenya juga niat banget ya, ala fine dining padahal masakannya rumahan bangeett. Itu sup bola ayam dan sawi bawang putih porsinya besaarrr, cocok buat makan sharing tuh.
Tambah seru emang krn ada kegiatan buat anak-anaknya, jadi nggak cuma makan tapi juga ada experience buat mengisi liburan. Di mana lagi ketemu engklek, kalau nggak diniatin bikin sendiri.. hehehe. Sama nih mbak april, liburan kali ini sangat nggak bersahabat sama dompet… jd nyari2 spot menarik di dalam kota aja, wkwkwk
Konsep makannya keren bgt kak. Ada dine-in dgn atmosfir bangunan Belanda meski nuansanya udh disesuaikan dgn kondisi kekinian. Tetap elegan, cheerful tapi tetap mengedepankan kenyamanan.
Kaget jg ada mainan zaman aku kecil tuh. Ahh engklek tuh yg seru. Bs main rame2 tuh. Org dewasa jg suka main kok.
Menunya jg familiar dgn lidah kita2 krn masakan Nusantara. Pasti yg dtg ke sini rata2 org BUMN serta korporasi besar sekitar situ tuh. Tp pasti bnyk jg bule2 krn ga jauh dr kawasan Jaksa. Mantaap.
Definisi menyelamatkan dompet tapi anak-anak tetap happy. Menu makanannya bikin ngiler, apalagi udang mayones dan garlic cassava-nya yang “memprul” itu, duh jadi ikutan lapar. Salut juga sama Kedai Sirih Merah, konsep Let’s Dine and Play ini juara banget buat mengalihkan anak dari gadget. Jarang-jarang ada resto yang niat menyediakan permainan tradisional seperti engklek dan egrang batok. Atmosfer oriental vintage-nya juga kelihatan estetik dan bikin betah.
Daku cukup sering mendengar Kedai Sirih Merah, tapi belum pas momennya buat mampir huhu.
Kalau dari segi lokasi, terbilang apik ya mudah dijangkau sama transum.
Kalau menunya, ga bisa daku komenin soalnya pengen jadinya buat nyicip wkwkwk
Banyak pilihan mejanya juga, semisal mau datang rombongan juga menarik nih. Bisa pula sekalian memainkan permainan sambil nostalgia.
Walau liburan tak pergi liburan, tapi makan siang bersama keliarga di Kedai Siri Merah ini sudah sangat menyenangkan. hubungan semakin erat terjalin.
saya suka sekali dengan suasananya yang agak tempo doeloe. ada tapak bulan, ada kedai jajanan jadul juga. Kayaknya banyak juga yang datang ke sini, sekalian nostalgia. Apalagi semua menu pesanan Mbak April enak-enak semua. Auto lapar saya, malam-malam mampir ke sini hehehhe
Nuansa resto ini vintage tapi menyenangkan ya. Kalau liat dari menunya tampak lezat dan bisa menjadi andalan mereka. Boleh juga dicoba sekali-kali nanti. Mau makan sup bola ayamnya deh
kupikir kedai sirih merah ini tadi malahan restoran Arab eh ternyata malah restoran cina yaa. kayaknya aku mikirnya ini sama kayak nasi goreng kebon sirih yang sering diceritakan teman kerja kalau ke Jakata. Kalau untuk tempat memang vintage banget yaa berasa makan di rumah gitu dan menunya juga menggiurkan banget nih terutama udang mayonesenya
Namanya doang kedai ya, tapi desain tata letak piring dan makanannya kaya bukan kedai yang saya tahu. Mangan di sini pasti bikin parno bagi mereka yang sering mengaitkan rumah belanda dengan hal-hal mistis. Saya suka banget dengan desain intertiornya, Merah mengunggah selera. Kalau bawa keluarga besar cocok banget nih ke sini.
Kedai Sirih Merah ini memiliki suasana vintage ya interiornya
Nyaman buat menghabiskan waktu makan bersamamu keluarga
Menunya juga nampak enak enak semua
Makanan yang mbak April pesan di Kedai Sirih Merah sangat menggoda. Makanan-makanan kesukaanku semua itu. Apalagi yang ayam asam manis. Kebayang segernya.
Tempatnya juga nyaman ya. Banyak pilihan tempat duduk juga disesuaikan sama kebutuhan.
Permainan tradisional ini unik juga ya. Engklek yang ada lengkungnya gitu di tempatku disebutnya gunungan. Kalau yang engklek doang nggak pakai lengkung.
Vibe restonya seperti berkunjung ke rumah nenek kaya raya yaa, mana hidangannya juga rumahan disajikan di piring cantik.. menggiurkan sekali semua hidangannya April
wow ini sie restoran yang gak boleh dilewatkan mbaa,,,bangunannya vintage banget dan menu2 nya semua juga menggugah selera karena mba april menjadikannya pit stop kalo sedang di daerah tersebut brarti bisa dipastikan masakannya emang recom ya mbaaa..super komplit dari menu2 yang dipesan
dan tambahan menu play ground ini cocok banget buangt mengisi liburan yang bingung mo kemana jadi bisa kesana skaligus maen tipis2 kenalin sama permainan dan sncak zaman mamak dulu hehehe..btw permainan dakonan gak ada ya mba??itu salah satu permainan fav ku dulu hihihi
Artikelnya sangat menginspirasi. Libur sekolah memang menjadi waktu yang tepat untuk menciptakan momen berharga bersama keluarga. Terima kasih sudah berbagi.
Aku liat restoran ini kok langsung berasa ‘ngeri’ ya mbak.
Nganu, pas awal-awal baca, terus liat tatanan mejanya, bujuuug fine dining. Langsung ngeri ngebayangin harga-harga disana. Apalagi pas liat sajian menu yang tersedia, itu bener-bener best punya yak. Pilihannya ada banyak, dan platingnya pun cakep-cakep. Saya paling penasaran sama udang mayo nya tuh mbak. Kalo udah dapet rekomendasi dari chef, udah pasti enak lah itu 😀
Sama satu lagi yang bikin ngeri. Nganu, maenan tradisionalnya itu lho.
Ngeri si Putri kalo diajak kesini, kaga mau pulaaaaang hahahaha
Asyik niiih restorannya, emang bener pas saya lihat di google maps lokasinya strategis banget ada di pusat kota. Pastinya jadi mudah terjangkau oleh siapapun yang ingin makan disini. Saya suka niih dengan konsep resto kedai sirih merah ini konsepnya makan dan bermain. jarang lho ada tempat makan yang sekaligus menyediakan tempat bermain yang cukup lumayan lengkap seperti ini. Ada spot untuk membaca serta buku bacaannya lagi. ASyik banget ini konsep restonya. Belum lagi gedungnya juga sedap dipandang mata karena bangunan lama dan banyak pernak pernik nya. Makanan yang Mbak April pesan lengkap banget,,,,auto kenyaang niih ,,,terlihat enak juga , saya jadi laper hehehe.
Di tengah gempuran ekonomi tahun ajaran baru, cari hiburan ramah kantong dalam kota emang jalan ninja paling pas ya. Kedai Sirih Merah ini paket lengkap banget, makanan peranakannya kelihatan menggugah selera ya kak, apalagi udang mayonaise dan singkong gorengnya yang memprul itu, bikin ngiler!
Konsep Let’s Dine and Play dengan permainan tradisional kayak engklek juga juara banget buat menjauhkan anak-anak dari gadget. Suasana vintage resto-nya dapet, anak-anak happy, dompet pun tenang.
aku libur sekolah kemarin selain ngajak anak-anak ke pantai ada juga sih ngajak mereka makan ke kedai ramen favorit. sejak harga tiket pesawat naik impianku buat liburan ke luar pulau menguap karena berempat habisnya bisa banyak banget. heu
Hmm… enak makan bareng keluarga kecil di tempat yang vibes-nya mirip rumah nenek kalau aku
Apalagi menunya sudah sangat mewakili setiap jenis asupan
Kalau aku mah penasaran sama itu Pisang Goreng dan si sayuran hijaunya
Tuh kan laper deh malam malam baca ini
Nama restonya unik ya, saya tadi awalnya berpikir kalau ornamen di dalamnya ada nuansa sirih ternyata beda. Tapi penataan tempatnya tergolong unik apalagi dilengkapi dengan playground yang menyediakan permaiann tradisional. Jujur ini menjadi daya tarik tersendiri karena jarang sekali resto yang menyediakan playground seperti ini. spot semi outdoornya juga cakep, apalagi menunya terlihat mengoda semua.
sepertinya sangat cocok sebagai wisata keluargabagi yang berkunjung ke jakarta. sayangnya setiap menu tidak disertakan dengan harganya sehingga harus menyediakan budget yang lebih jika ke sana dan jangan yang pas-pasan
Ah iya, akhir pekan akan selalu berkesan kalau bisa menghabiskan waktu bersama keluarga
Nggak perlu pergi jauh jauh, makan bersama di tempat yang nyaman dan enak gini aja sudah hepi ya
Bisa makan enak sama sama
Waaah.. restoran fancyy..
Seneng liatnya kalo uda reserv, jadi gak perlu nunggu lama yaa..
Dan makanannya asa cukup buat lebih dari 4 orang..porsinya juara.
Kedai Sirih Merah pun lokasinya di Jakpus.. jadi sangat memudahkan sekalii..
Dengan vibes classy, selain makan, bisa ikutan main permainan tradisional di sana..
kedai sirih merah, tunggu kedatangan aku yaaa hahhahaa.
super hepi kalo nemu spot kayak gini. One stop culinary destination, ceunah.
Enakkkk masakan dan suasananya bikin betah .
Mantul abiiissss
Meski nggak bisa liburan kemana-mana, tapi anak-anak pasti puas sih diajak dine in di Kedai Sirih Merah. Apalagi menu makanan yang dipesan juga istimewa. Pasti happy lah mereka ya, Kak. Aku tertarik sama es Pink Candy
udang mayo-nya menggugah selera bangettt 😀 jadi pengen coba juga
Enak ini mbak 😀