Liburan sekolah kali ini dompet sedang tak bisa diajak bekerja sama, nih, hiks. Yaaahh, in this economy plus tahun ajaran baru, duitnya dipakai buat daftar sekolah anak dulu, hehe 😀 . Meski demikian, buat menghibur anak-anak agar tidak bosan di rumah melulu, kami tetep mencari hiburan, walaupun di dalam kota saja. Salah satunya, hari Sabtu lalu, kami sekeluarga berwisata kuliner di Kedai Sirih Merah, sebuah restoran yang menyajikan hidangan khas peranakan nusantara yang berlokasi di Jakarta Pusat.

Kedai Sirih Merah berlokasi di sebelah Hotel 101 Urban Jakarta Thamrin.
Kebetulan, selama musim liburan sekolah ini, Kedai Sirih Merah juga sedang ada program “Let’s Dine and Play”. Jadi, selain makan, pengunjung juga bisa melakukan aktivitas “play” di sini, sehingga cocok, deh, kalau mengajak anak-anak ke resto ini.
Penasaran nggak aktivitas “play”-nya kayak apa?
Nanti kita bahas yaaa, sebelumnya mau cerita dahulu mengenai makanan yang kami nikmatin di sana plus suasana resto-nya.
Makan siang di Kedai Sirih Merah
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya saya dan keluarga makan di Kedai Sirih Merah. Seringnya, kami datang saat waktunya makan siang, sekitar pukul 11-12, pas dengan jam buka resto-nya, jam-jam segitu.
Makan siang bersama keluarga di Kedai Sirih Merah weekend lalu.
Dahulu, saya mengenal resto ini dari komunitas blogger yang kebetulan diundang dalam perayaan ulang tahun Kedai Sirih Merah yang ke-8 (tahun 2023). Sejak itu, kalau sedang maen-maen ke area Jakarta Pusat, maka Kedai Sirih Merah menjadi salah satu alternatif “pit stop” setelah puas berkeliling kota 😀 .
Lokasi Kedai Sirih Merah memang cukup strategis, sih. Lokasinya juga mudah dijangkau dengan transum, baik KRL, TJ, maupun angkot. Nanti, saya spill alamat lengkapnya di akhir ya.
Balik ke hari Sabtu lalu, ketika kami ke sana, mungkin karena baru buka, maka baru ada satu meja yang terisi. Saya dan keluarga kemudian duduk di samping meja tersebut.

Penataan meja makannya.
Oh ya, sebelumnya, saya sudah reservasi terlebih dahulu, sehingga meja yang kami pesan sudah ditata dengan tatanan ala resto fine dining, ketika kami tiba. Di atas meja juga tersedia satu drink jar berisi es teh.
Untuk makanan yang kami nikmati hari itu antara lain:
-Ayam asam manis
Ini merupakan hidangan ayam yang digoreng crispy, kemudian disiram dengan saus asam manis lengkap dengan irisan bawang bombay-nya. Tak ketinggalan, makanan ini juga dipercantik dengan sayuran berupa potongan wortel, kacang polong, dan daun seledri.

Ayam goreng crispy dengan saus asam manis.
Ayamnya empuk, dengan daging bagian dalam masih juicy, yang ketika dimakan berpadu di mulut dengan rasa manis dari sausnya. Sayurannya juga masih fresh.
-Udang mayonaise
Udang mayonaise di Kedai Sirih Merah merupakan salah satu hidangan favorit pengunjung resto ini. Di buku menu akan terlihat tanda “topi chef” di samping tulisan menu ini.

Udang goreng tepung dengan saus mayonaise.
Udang ini disajikan dengan cara digoreng garing dengan tepung, sehingga menghasilkan tekstur garing dan renyah di bagian luar, serta lembut di bagian dalam. Kemudian, dihias dengan saus mayonnaise di bagian atas yang memiliki cita rasa creamy dan gurih.
-Sup bola ayam
Sesuai namanya, sup bola ayam ini merupakan sup berkuah bening dengan isian bola-bola dari daging ayam. Bentuknya tidak seperti bola bakso, karena sepertinya menggunakan sedikit tepung, sehingga pengunjung benar-benar bisa menikmati daging ayamnya. Ukuran bola-bola ayamnya tidak terlalu besar, sehingga dengan satu suapan saja sudah bisa masuk ke mulut 😀 .

Sup bola-bola daging ayam.
Sup ini juga dilengkapi dengan aneka sayuran, seperti wortel, jamur, potongan daun bawang, juga protein tahu. Rasanya gurih, asin, segar. Tidak ada rasa pedasnya, sehingga aman buat anak-anak.
-Cah sawi bawang putih

Sayuran sawi hijau.
Sayuran berbahan dasar sawi hijau muda dan bumbu bawang putih ini memiliki tekstur lembut tetapi crunchy. Sayuran ini disjaikan dengan siraman saus ala oriental yang terdiri dari minyak wijen dan saus tiram, sehingga sausnya cenderung kental. Rasanya gurih dan ada sedikit rasa manis.
-Bakmi goreng ayam

Bakmi goreng ayam.
Bakminya ala peranakan berupa bakmie telur dengan ukuran dan teksur yang khas, dengan bumbu yang diberi kecap. Bakmi ini juga disajikan dengan potongan daging ayam, orak-arik telur, dan aneka sayuran seperti irisan wortel, kacang polong, dll. Tak lupa juga tambahan acarnya, serta hiasan berupa mentimun dan selada segar.
Kemudian, untuk minumannya, buat anak-anak:
-Es sokelat

Minuman cokelat untuk anak.
Pada dasarnya es ini merupakan minuman cokelat. Teksturnya kental, creamy, dengan rasa cokelat pekat, tidak terlalu manis.
-Es pink candy

Es dengan rasa bubble gum.
Es berwarna pink ini rasanya mirip-mirip dengan bubble gum yang memiliki rasa dan aroma yang manis. Rasa sirup bubble gum-nya sukses berpadu dengan susu, sehingga anak-anak cenderung menyukainya.
Tak ketinggalan, camilan setelah makan, yakni:
-Garlic cassava
Bahasa lokalnya adalah singkong goreng bawang putih. Singkong goreng ini tekstur luarnya crispy, tetapi lembut di bagian dalam. Kalau orang Jawa bilangnya tekstur kek gini tuh “memprul”.

Singkong goreng.
Garlic cassava ini aroma bawang putihnya lumayan kuat. Memiliki rasa gurih asin yang nggak hanya di luarnya saja, meliankan meresap sampai ke dalam.
-Pisang goreng

Pisang goreng lembut dan manis.
Pisang goreng di Kedai Sirih Merah dipotong agak kecil kemudian digoreng dengan tepung. Pisang gorengnya disajikan dengan saus cocolan dari madu yang tidak terlalu kental, sehingga tidak eneg walaupun pisang dan sausnya manis.
Itulah beberapa makanan dan minuman yang kami nikmati di sana.
Hal yang menjadi keunikan hidangan di Kedai Sirih Merah, meskipun merupakan resto peranakan, tetapi berani menggunakan bumbu medok yang sudah menyesuaikan dengan lidah orang lokal Indonesia. Selain itu, resto ini mengklaim tidak memakai MSG untuk setiap masakannya. Semua hidangan memakai bumbu racikan homemade ala Kedai Sirih Merah.
Oh ya, selain makanan dan minuman yang sudah saya sebutkan di atas, tentu saja, juga ada sebakul nasi untuk empat porsi, ya. Wadah nasinya unik dari kayu dengan bentuk khas oriental vintage, melengkung gitu, dan ada tutupnya, sehingga menjaga nasi tetap hangat.
Hidangan di Kedai Sirih Merah bisa dipesan secara ala carte, maupun paketan. Restoran ini juga menyediakan paket untuk nasi box, catering, tumpeng, dll. Kalau misalnya teman-teman berkantor di sekitar Jakarta Pusat dan kantornya akan menyelenggarakan acara, bisa banget, lho, order ke restoran ini.
Atmosfer di Kedai Sirih Merah
Nuansa oriental vintage memang sangat menonjol di restoran satu ini. Terlebih lagi, sepertinya restoran ini menempati bangunan rumah kuno khas era Belanda yang bentuk aslinya dipertahankan dengan baik.
Tempat dine in di restoran ini terbagi atas dua area, yakni indoor dan outdoor. Bagian indoor ada tepat di bagian ketika pengunjung memasuki resto. Lalu, ada area tengah, yang terbagi lagi menjadi dua.

Ruang dine in bagian tengah.
Ruangan pertama terdiri dari dua meja, di mana masing-masing meja berkapasitas empat orang. Lalu, di ruangan kedua yang agak menjorok ke dalam terdapat satu meja makan besar yang bisa untuk 6-8 orang.

Ruangan tengah untuk tamu lebih dari 5 orang.
Di kedua area ini terdapat banyak lukisan-lukisan yang menggambarkan Jakarta tempo dulu, kaligrafi dengan huruf-huruf Mandari, dan hiasan-hiasan dinding lainnya khas rumah peranakan. Hiasan paling menonjol adalah dua kipas besar berwarna merah di dinding. Di bawah kipas terdapat meja hias dengan banyak keramik khas oriental juga.

Focal point resto.
Ada pula beberapa spot dengan meja yang di atasnya terdapat benda-benda vintage, seperti mesin ketik lawas, pesawat telepon, radio jadul, tea set, dll. Semua hiasan berpadu apik dengan interior khas bangunan lama, di mana bentuk pintu dan jendelanya berukuran besar-besar. Tak ketinggalan, lantai ubin dengan bentuk geometris klasik khas rumah zaman Belanda.
Oh ya, selain area dine in di tengah, ada satu pintu lagi yang akan membawa pengunjung ke sebuah ruangan yang dicat warna kuning gelap. Ternyata, menurut petugas, ruangan ini lebih banyak dipakai untuk meeting, gathering, atau acara-acara seremonial seperti ulang tahun, pertunangan, dll.

Ruang yang biasa dipakai untuk acara atau pertemuan.
Menyambung kembali area ruang tengah yang agak menjorok ke dalam tadi, terdapat sebuah pintu, yang kalau kita keluar maka akan berpindah ke area outdoor. Sebenarnya, sih, semi outdoor gitu, ya, karena ada atapnya. Langit-langitnya unik, karena ada hiasan payung warna-warni. Di sini terdapat beberapa meja kursi dan yang paling menonjol adalah ada meja kursi yang berada di bawah (semacam) gazebo, gitu.

Area semi outdoor.
Masih di area yang sama dengan area outdoor, Kedai Sirih Merah memiliki beberapa ruangan privat buat pengunjung yang menginginkan privasi. Ada tiga ruangan yang masing-masing dindingnya di-cat dengan tiga warna berbeda, yakni merah, hijau, dan biru.
Untuk mushola dan toilet juga berada di area sekitar outdoor juga, sehingga aman ya, kalau pengunjung mau sholat maupun ke toilet.
Bermain permainan tradisional di Kedai Sirih Merah
Satu lagi area yang khusus ditambahkan oleh Kedai Sirih Merah selama liburan sekolah kali ini, yakni playground untuk anak, dalam rangka program “Let’s Dine and Play”-nya tadi. Bukan sekadar playground, area bermain ini mengusung konsep bermain permainan tradisional.
Lokasinya masih nyambung dengan area outdoor buat dine in tadi. Ada spot yang digambar kotak-kotak untuk bermain engklek. Teman-teman masih ingat engklek, nggak?

Spot playground untuk anak-anak.
Kalau di Surabaya dulu, saya nyebutnya “engkle”, yakni sebuah permainan melompat masuk ke kotak-kotak dengan satu kaki, di mana juga sebelumnya harus melempar gacoan (biasanya dari pecahan ubin).

Permainan engklek.
Selain engklek, di spot ini juga tersedia beberapa alat permainan lain, seperti gundu (kelereng), gasing, egrang dari batok kelapa, mainan masak-masakan, dan aneka permainan jadul lainnya. Kalau anak-anak mau membaca buku atau menggambar/ mewarnai, di sana juga disediakan buku-buku bacaan dan peralatan menggambar.

Mau membaca buku dan menggambar di sini juga bisa.
Trus, tersedia pula jajanan anak milenial zaman dulu di semacam angkringan yang ada di sana, seperti wafer, biskuit, dan minuman-minuman “krus” kalau kata Na Willa alias minuman bersoda.

Aneka jajanan jadul.
Playground seperti ini tentu saja sudah langka di zaman sekarang, di mana anak-anak lebih sering bermain dengan gadget-nya. Jadi, kalau teman-teman ingin memperkenalkan permainan zaman dulu ke anak-anak sekarang, sekaligus makan makanan khas peranakan yang enak-enak, hayuk mampir saja ke Kedai Sirih Merah.
Lokasi Kedai Sirih Merah ada di sini ya:
Semoga postingan tentang Kedai Sirih Merah ini bermanfaat ya, khususnya buat para ortu yang kepengen family holiday dalam kota saja di masa liburan sekolah kali ini 😀 .
April Hamsa


Comments